Showing posts with label Flash Info. Show all posts
Showing posts with label Flash Info. Show all posts
0

The Strategic Role of ASEAN Community

Posted by Fadhlan L Nasurung on 10:07 AM in ,
This globalization era force us to join in international competition with many aspects, the competition degree is more crowded when some of contries in Asia Pasific also contribute in it, we know Japan, China, South Korea and India have participated in developing the economic of world, based on condition which make some developing countries only became the victim of the competition, because they only became a market destination, ASEAN community absolutely became a good way to make some strategies where the asean countries also be able to contribute in many aspects which give significant influence to the world as  actors. So that’s why ASEAN + 9 Youth Assembly hopefully  doesn’t only talk  about economy but also politic, culture, social transformation among the asean countries and world peace, as youth forum this event may became a place to consolidate many good ideas from the generation candidate of world leader.

As we have known the asean countries a few years lately begin to build power in economic sectors, with many economic resources we have to believe that we can compete with the other countries. The important thing may also discussed in this forum is about peace in asean region, conflict, discrimination and racism still became a big problem such as which is happened to moeslim rohingya in Myanmar, realize that without cooperating among the asean countries to overcome the problem, it’s difficult to take a strategic role in the world change for the better future.

Since the crisis of 1997, Indonesia is still trying to stabilize the condition that causes a lot of social and economic problems such as poverty, unemployment and social inequality, to rise from adversity build regional economic and political power is a necessity that must be taken, we should be proud because the smart initiative also comes from young people. Indonesian Islamic Student Movement (PMII) as youth organizations, have made a smart move by initiating the implementation of this forum, with the participation of asean countries this forum is expected to contribute ideas that can help build strength asean region.

We have pretty much just become spectators in a strategic segment changes and progress, seeing the success of the European Union to build a regional power, Asean community would be more active in dealing with humanitarian issues, including the Middle East crisis that has not been over, developed countries in the world that sometimes makes the third world countries as market interest has generated a lot of inequality and imbalance condition, creating a conducive situation and fair is certainly a one of the purpose of this forum.We know asean countries with large capital development, human resources and competitiveness that has a tough mentality is a progress value.

Political situation of the world today has been in very poor condition, the strength of the old political style that makes power as a tool of interests make some countries which have not political power are getting worse, reconciliation to support the political independence of every state also needs to be important for discussion, from asean countries a force to repair the world will be created.

Impact of globalization which tends to carry the western culture as a model, is also a threat to its own like eastern culture with noble values​​, we know that cultural patterns mainland countries could not be equated with the archipelago, one of the interesting issues that also need to get serious attention as a capital advances based on national and local identity. Moreover some asian countries are an archipelago.

Indonesia as the country with the largest population of asean region, should be a pioneer in developing the potential of the region, Asean countries like Malaisya, Singapore, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Philipine, Myanmar, and laos  have great potential to contribute in building a regional power, of course asean regional power does not intend to oppress other countries, but to be one source of power that will create alternative solutions to overcome the multidimensional crisis that hit the world.

Asean community will open hope of an order of a peaceful life between countries, based on reality of the diversity of ethnicity, religion, race and culture, establish a regional cooperation will facilitate the distribution of justice and prosperity for the people in each country. as a progressive young people would be happy to join in the noble agenda for humanity.



|
0

Semarak MAPABA PMII Cab. Gowa

Posted by Fadhlan L Nasurung on 9:40 AM in

Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) di lingkup Universitas Islam Negeri Alauddin  (UIN) baru saja usai, berbagai agenda akademik kampus kini menanti para Mahaiswa Baru (MABA), tak ketinggalan berbagai kegiatan intra dan ekstra kampus juga memenuhi  kolom-kolom informasi di sudut-sudut setiap gedung fakultas. Agenda penerimaan mahasiswa baru juga menjadi momentum perekrutan anggota baru  berbagai lembaga kemahasiswaan, salah satu lembaga kemahasiswaan ekstra kampus yang terbesar di UIN Alauddin adalah Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi kemahasiswaan nasional ini baru saja melaksanakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) pada 9-11 agustus 2012, bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Pallangga Gowa, kegiatan ini diikuti lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan. Ini merupakan MAPABA perdana di tahun akademik baru yang diselenggarakan oleh pengurus PMII Komisariat UIN Alauddin dan pengurus Rayon Fakultas sejajaran UIN Alauddin.

Antusiasme peserta yang memenuhi aula pesantren menjadi pemandangan yang sangat berkesan, apalagi materi-materi yang disajikan sangat menarik dan membuka wawasan pengetahuan, itu terbukti dari testimonial beberapa peserta yang mengaku sangat senang dan bangga dapat menjadi bagian dari prosesi kegiatan tersebut sejak awal hingga akhir, MAPABA yang merupakan kegiatan rutin pasca penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi menjadi satu wadah rekruitmen anggota organisasi yang merupakan anak kandung dari Nahdlatul Ulama tersebut.

Kegiatan tersebut merupakan satu langkah kongkrit PMII dalam membangun geliat intelektual mahasiswa baru yang tentunya akan diperhadapkan pada berbagai macam fenomena sosial di dunia kampus, mengingat mereka merupakan target utama indoktrinasi berbagai macam kepentingan, untuk itu membekali mereka dengan suplai pengetahuan yang cukup akan membantu mereka untuk memproteksi diri dari proses ideologisasi yang tidak sehat, sehingga mereka secara cerdas dapat memfungsikan potensi nalar untuk memposisikan diri sebagai frame identitas sosialnya.

MAPABA yang juga merupakan level awal dalam proses kaderisasi di PMII diharapkan mampu menjadi batu loncatan para mahasiswa baru dalam mengembangkan potensi diri dan membangun kualitas intelektualnya, dengan sinergitas nalar dan mental sebagai sebuah batang tubuh untuk menggerakkan semangat beramal shaleh di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

|
0

Menyongsong Kampung Bahasa Sulawesi

Posted by Fadhlan L Nasurung on 2:39 PM in ,

sumber : www.fkbs.org

"Pendidikan alternatif ala Kampung Bahasa Pare & Peluang Kampung Bahasa Sulawesi”

Itulah tema diskusi publik yang diselenggarakan oleh Forum Kampung Bahasa Sulawesi (FKBS), pada hari kamis 6 september 2012 kemarin yang bertempat di Politeknik Negeri Ujung pandang, dengan dukungan beberapa lembaga bahasa Inggris kampus, English club, dan praktisi serta pemerhati pendidikan, nampaknya Kampung Bahasa Sulawesi yang mulai mewacana beberapa tahun terakhir akan menemui titik terang. Kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi-selatan, Drs. H. Abdullah Djabbar, M.Pd dan Direktur sekolah Islam Athira Makassar, Drs. Edi Sutarto, M.Pd, menjadi pembicara utama pada agenda diskusi tersebut, didampingi oleh penulis buku ” Pare dan Catatan Tak Usai”, A. Zulkarnain yang juga merupakan dewan pendiri Forum Kambung Bahasa Sulawesi (FKBS).

Diskusi publik pertama yang diselenggarakan oleh FKBS tersebut merupakan satu media memobilisasi dukungan dari berbagai pihak untuk turut menyumbangkan ide dan gagasan tentang rencana pendirian Kampung Bahasa (Inggris) Sulawesi, semakin meluasnya dukungan dari para tokoh pendidikan nampak dari penjelasan Drs. Edi Sutarto yang menaruh optimis penuh terhadap konsep pendidikan alternatif yang diperjuangkan FKBS, ditambah suntikan semangat dari pemegang otoritas pendidikan Sulawesi-selatan Drs. H. Abdullah Djabbar yang juga mendukung sepenuhnya rencana tersebut, bahkan siap membantu dan menjadi fasilitator demi kesuksesan pendirian Kampung Bahasa Sulawesi.  

Inisiatif mendirikan Kampung Bahasa Sulawesi, berawal dari keperihatinan terhadap kondisi dunia pendidikan di Indonesia dari berbagai segi, salah satunya adalah persoalan kualitas pendidikan, bisa dibayangkan mereka yang hanya belajar satu tahun di Pare, kediri dengan fokus misalnya bahasa Inggris dapat mengungguli kualitas keilmuan mereka yang belajar bahasa Inggris lewat bangku perkuliahan. Akhirnya dari diskusi-diskusi yang intensif dilaksanakan oleh sebuah organisasi kedaerahan pelajar asal sulawesi yang berkedudukan di Pare, Association of Sulawesi Students (ASSET), wacana kampung bahasa Sulawesi semakin meluas, dan mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak, maka dengan dorongan semangat tersebut dibentuklah Forum Kampung Bahasa Sulawesi (FKBS) sebagai wadah independent untuk mengawal  terwujudnya tujuan tersebut, yang salah satunya dengan mengagendakan berbagai kegiatan stimulus untuk mempercepat berdirinya Kampung Bahasa Sulawesi.

Kampung Bahasa Pare yang terletak di Kecamatan Pare, kab. kediri Jawa Timur, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir mampu menjadi sentral pembelajaran bahasa asing (utamanya bahasa Inggris) yang terjangkau dengan coraknya yang sangat khas, memotivasi anak-anak muda asal Sulawesi yang pernah belajar di Pare untuk membentuk sebuah kawasan pendidikan dengan konsep dan metodologi pembelajaran kurang lebih ala Pare di Sulawesi. Dari segi potensi dan sumber daya manusia peluang berdirinya Kampung Bahasa Sulawesi akan menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan, mengingat mayoritas pelajar luar pulau Jawa yang datang ke Pare adalah pelajar asal Sulawesi, hal itu merupakan bukti tingginya minat belajar masyarakat Sulawesi, maka rencana  pendirian Kampung Bahasa Sulawesi harus senantiasa didukung oleh semua kalangan.

Kampung Bahasa Sulawesi yang telah lama dicita-citakan akan menjadi salah satu prototipe dunia pendidikan non-formal  yang akan menjadi wadah transformasi pengetahuan yang aktif, berkaca pada kesuksesan kampung Bahasa Pare yang telah melahirkan puluhan ribu alumni, kampung bahasa sulawesipun nantinya diharapkan dapat melahirkan generasi-generasi yang unggul. Dalam grand concept Kampung Bahasa Sulawesi, ada lima nilai yang akan menjadi landasan utama dalam menjaga iklim pendidikan dan harus dijaga oleh semua kalangan yang akan meramaikan keberhidupan Kampung Bahasa Sulawesi nantinya, yakni prinsip pendidikan yang murah, merakyat, berkualitas, berkarakter dan religius, kelima nilai tersebut harus menjadi ruh yang akan menciptakan nuansa pendidikan yang ideal, karena tujuan didirikannya kampung bahasa ini adalah untuk melawan elitisasi pendidikan yang  menggusur hak rakyat kecil untuk belajar secara layak,  mengimbangi konsep pendidikan  sekuler yang cenderung memisahkan kecerdasan nalar-intelektual dengan karakter dan moralitas, serta membukitkan  bahwa untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tidak harus dengan biaya yang selangit, konsep pendidikan seperti itu merupakan sebuah cita-cita ideal,  tinggal bagaimana berjibaku dengan waktu dan konsisten mengawal agenda mulia tersebut, berdirinya kampung bahasa di kampung sendiri akan segera terwujud.

Sebenarnya geliat pendidikan alternatif dengan fokus kebahasaan telah tumbuh subur di Sulawesi dan Sulawesi-selatan pada khususnya, hal itu ditandai dengan semakin menjamurnya kelompok-kelompok bahasa Inggris (english club) di kampus-kampus dan tempat-tempat strategis seperti benteng Rotterdam dan masjid Al-markas al-islami Makassar, di beberapa daerah juga banyak berdiri lembaga-lembaga kursus yang umumnya dimotori oleh alumni kampung bahasa Pare, nantinya entitas-entitas kelompok tersebut diharapkan dapat berkontribusi dan terlibat aktif dalam merealisasikan sebuah lokalisasi pendidikan bahasa Inggris sesuai dengan rencana FKBS yakni perkampungan bahasa.

Pemilihan lokasi yang kondusif  juga merupakan hal yang sangat penting, mengingat untuk menghadirkan sebuah lokalisasi pendidikan yang sehat, posisi  geografis wilayah dan kondisi sosiologis masyarakat juga harus diperhatikan. Saat ini ada beberapa opsi daerah yang diajukan, yakni kawasan yang terletak di Kabupaten Bone, Maros, Bantaeng dan Kabupaten Bulukumba Sul-sel,  mengingat wilayah di empat kabupaten tersebut memiliki posisi yang cukup strategis, namun tentunya keputusan akhir (fnal result) terlebih dahulu akan melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang dan terukur dari hasil observasi wilayah nantinya.

Berdirinya Kampung Bahasa Sulawesi nantinya diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi daerah lain untuk menciptakan kampung-kampung pendidikan, demi pemerataan kecerdasan, karena cerdas dan berpendidikan merupakan hak setiap warga negara Indonesia yang secara jelas termaktub dalam Undang-undang dasar negara ini, maka ketika pemerintah tidak mampu memenuhi amanat konstitusional tersebut, maka rakyat harus mengambil peran-peran strategis untuk mewujudkannya, minimal harapan tu dapat terwujud dalam skala lokal dan kemudian secara bertahap akan terlaksana secara nasional. Semoga!



|
0

BlogKu

Posted by Fadhlan L Nasurung on 11:41 PM in
Karya itu suara, irama, gema, nada, kata, goresan tinta yang lahir dari logika, rasa dan emosi jiwa menjadi energi cipta kemudian membentuk sebuah rangkaian pola, merefleksi dalam ungkapan lisan dan tulisan. Ia bukan sesuatu yang abstrak, ia terjamah, oleh sentuhan rasa dan logika ...

|

Copyright © 2009 Manusia Cipta All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.